Kamis, 11 Agustus 2016

Harga Cabai Merah hingga Rp100.000/Kilogram


Harga Cabai Merah hingga Rp100.000/Kilogram - Kemacetan kronis di jalur mudik yang diperkirakan akan selalu berlangsung sampai akhir minggu kesempatan ini, nyatanya bikin keperluan pokok di beberapa pasar alami penambahan. Bahkan juga harga cabai merah lokal sekarang ini menembus angka Rp100. 000 per kilogramnya. Begitu juga dengan keperluan pokok yang lain, terlebih sayuran yang umumnya dihadirkan dari Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Terkecuali harga cabai, keperluan pokok yang masihlah tinggi juga pada harga sembako daging ayam yang meraih harga Rp44. 000 per kg, ikan air tawar Rp28. 000 per kg, begitu juga harga daging sapi yang masihlah relatif tinggi. Untuk lokasi Tasikmalaya, memanglah untuk sayuran yang sekarang ini banyak dikeluhkan oleh pedagang meskipun, lantaran supply tersendat akibat kendaraan penyuplai yang datang dari Kabupaten Garut telat atau jadi tak datang sekalipun lantaran terjerat kemacetan.

 " Yang sulit didapat sekarang ini yaitu sayuran, lantaran memanglah pengirimannya tersendat dari Garut akibat macet atau bahkan juga banyak petani yang tunda panennya lantaran Idul Fitri. Jikalau ada harga nya mahal lantaran keinginan banyak sedang supply tak ada, saya mengharapkan secepat-cepatnya kembali jalan normal seperti umum, " ungkap Heryani, 38, salah seseorang pedagang sayuran di Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Seirama dengan Heryani, Dedi, 40, pedagang yang lain mengatakan, bila harga daging ayam maupun sapi memanglah cuma sedikit alami pergantian mulai sejak sebelumnya serta sesudah Idul Fitri ini. " Mungkin saja bila ke-2 keperluan ini banyak tersedia di Tasikmalaya juga, namun untuk sayuran memanglah yang saat ini jadi lebih mahal. Mungkin saja minggu depan supply bakal kembali normal jika kemacetan telah selesai, lantaran minggu ini paling akhir libur masuk sekolah, " kata Dedi.

Disamping itu, Ayi, 48, supir pickup PD HDS yang umum mengangkut sayuran ke Tasikmalaya mengakui, perjalanan pulang-pergi dari Garut sekarang ini dapat meraih kian lebih 12 jam lamanya dari umum cuma ditempuh kurun waktu 6 jam pulang pergi. Hal semacam itu dikarenakan keadaan jalan yang alami kemacetan begitu kronis, terlebih pasca Idul Fitri, di mana saat tempuh pergi macetnya dirasa juga begitu lama.

 " Sesudah lebaran macet parahnya berlangsung, bila sebelumnya lebaran tak demikian padat. Tempo hari saja saya dari Tasikmalaya menuju Garut hingga 10 jam lantaran terjerat macet panjang, bila pergi lebih kurang 5 jam baru hingga ke Pasar Induk Cikurubuk. Bila truk dilarang pada musim mudik seperti ini, maka dari itu kami mengangkut sayur dengan mobil pickup saja dengan barang bawaan yg tidak demikian banyak pastinya, " tutur Ayi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar